"Anjrittt, ternyata dia begitu toh. Gw udah berusaha setia, ternyata dia malah selingkuh."
Pernah mengucapkan kalimat tersebut atau dengan variasi lain tetapi
intinya tetap sama? Sepertinya puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan
orang di dunia ini pernah mengucapkan kalimat tersebut dengan variasi
dan bahasanya masing-masing, baik laki-laki maupun perempuan.
Kalau sudah begitu, sepertinya kesetiaan itu bukan sekedar hal yang
percuma tetapi lebih dari itu, kesetiaan menjadi hal yang merugikan
untuk kita miliki. Gimana gak rugi, kita mati-matian nahan diri buat gak
colak-colek ke cewek atau cowok ok yang bertebaran di kanan-kiri kita,
atau bahkan untuk sekedar tebar pesona pun kita menahan diri, ehhh
pasangan kita ternyata malah selingkuh.
Fase merasa rugi tersebut biasanya tidak lama kemudian disusul dengan
fase menyesal, mendendam, dan akhirnya diikuti oleh pengucapan kalimat
magis berikutnya, "gw gak maulah setia-setia lagi, gak ada untungnya.
Daripada sakit diselingkuhin, mending gak usah setia (selingkuh
duluan)." Tidak jarang pula, kalimat magis tersebut dengan segenap
kreatifitas berubah menjadi kalimat nasehat untuk teman-teman kita, dan
juga ditanggapi positif oleh teman lainnya. "Setuju, selama belum
menikah, kita masih berhak mencari yang terbaik," versi para lajang yang
sebenarnya sudah berharap-harap segera menikah. "Setuju, kita berhak
juga koq dapet kebahagian, emang dia aja yang berhak," kalau yang ini
versi para kaum menikah yang terjebak dalam status dan norma-norma
sosial yang memandang miring perceraian.
Lalu kalau sudah begini, apakah memang kesetiaan benar kita buang saja
jauh-jauh? Kalau bagi saya tentu jawabannya adalah TIDAK. Ya, kesetiaan
bagi saya tetap harus dijaga dan selalu dipertahankan baik bagi para
kaum lajang, apalagi bagi para kaum menikah karena setidaknya karena dua
hal dibawah ini:
1. Kasta orang setia jauh lebih tinggi daripada kasta para peselingkuh.
Menjadi setia tentu bukan hal yang mudah, apalagi dengan beragam
fasilitas dan godaan yang ada di jaman canggih seperti ini. Kasta tinggi
tentu akan mendapatkan beragam penghargaan lebih dan kemudian akan
mendapatkan hal (pasangan) yang tentu saja memiliki nilai yang setara
dengannya. Saya yakin, orang yang tidak setia sebenarnya sedang
merendahkan dirinya sendiri.
2. Hubungan itu mengenai komitmen. Walau pun masih berstatus pacaran,
pasti setiap pasangan sudah pernah berjanji satu dengan yang lainnya
untuk saling setia. Apalagi untuk yang sudah menikah, janji yang
diucapkan bukan cuma didengar oleh pasangan, tapi juga khalayak ramai
berupa teman, saudara, kerabat dan orangtua. Kalau memang sudah tidak
cocok atau memang kemudian menyadari ada hal sulit diterima untuk
seterusnya, lebih baik bilang aja dehh...coba perbaiki, kasih alasan
lengkap kalau perlu sekalian deadline yang jelas bagi pasangan untuk
memperbaikinya. Kalau memang gagal untuk diperbaiki dan hal tersebut
sangat mengganggu, ya lebih baik putus atau akhiri hubungan dengan
berbicara langsung bahwa memang hubungan harus diakhiri. Jadi siapa pun
bisa segera mulai mencari pengganti yang "mungkin" lebih baik setelah
status "in relationship" itu berakhir. Sedih dan sakit pasti
menghampiri, tapi masih lebih agak mendingan lah daripada tersambar
petir di siang hari yang lagi panas terik karena mendengar kabar
perselingkuhan pasangan.
Ok, sebelum mengakhiri tulisan ini, saya mau mengakui terlebih dahulu,
bahwa saya merupakan salah satu orang yang pernah merasa rugi karena
telah setia selama bertahun-tahun. Tapi dengan cepat saya meralat
pemikiran tersebut di kepala saya.
Hubungan bukan sebuah balapan yang harus mencapai garis finish, tetapi
hubungan adalah sebuah perjuangan dari dua pribadi yang telah
mengucapkan janji. Perjuangan untuk memegang janji tersebut
bersama-sama. Jadi kalau anda yang tersakiti karena mengalami
ketidaksetiaan (diselingkuhi) sedangkan anda tidak ikut-ikutan
berselingkuh, saya mengucapkan "selamat" atas perjuangan anda yang telah
berhasil.
Menjadi setia sama sekali tidak membuat kita merasakan sebuah kerugian.
Sebaliknya, dengan menjadi setia justru menunjukan kelas yang tinggi
dari sebuah pribadi.
Sedangkan untuk anda yang berselingkuh dan kemudian menjadi mengakhiri
hubungan anda. Wahh...sayang sekali, anda telah melewatkan orang baik
yang setia untuk menemani hidup anda.
Bogor, 19 November 2012
Adityo Anugrah Perdana
Senin, 19 November 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar