Sabtu, 14 September 2013

Filled Under:

Tugu Kujang

17.11




Lahir dan Besar di Bogor membuat gw cukup mengenal salah satu landmark yang menjadi ikon kota Bogor ini.  Bila teman-teman mengunjungi kota Bogor, tugu yang tak jauh dari gerbang tol ini memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Jawa Barat, kalau kita mengunjungi ibukota, Jakarta ada patung selamat datang, nah kota Bogor memiliki “Tugu Kujang”.

Berbicara mengenai latar belakang Tugu Kujang ini , tugu setinggi kira-kira 25 M ini dibangun pada 4 Mei 1982 telah menjadi sebuah eksistensi bagi kota Bogor dalam daya tarik pariwisata kota ini. Sampai sekarang, Tugu ini adalah salah satu landmark pertama yang selalu gw kenalkan kepada teman-teman, kerabat, dan siapapun yang berkunjung ke kota Bogor. Pertama karena lokasinya yang sangat strategis dari Jalan “yang katanya” bebas hambatan untuk masuk ke Bogor dan yang kedua karen, adanya makna yang tersirat dan nilai nilai yang ada dari tugu kujang tersebut. Respons  yang pernah gw denger dari salah satu kerabat gw yang jauh-jauh berkunjung ke Bogor saat itu adalah “Oh, ini ya yang namanya Tugu Bogor.” atau ada lagi yang dari luar pulau “wah yang diatas tugu nya keren ya dit, itu apaan namanya ya?” hahaha

Oke, Kujang sendiri adalah nama salah satu senjata tradisional etnis Sunda sejak zaman Kerajaan Padjajaran dulu kala dan dipercaya memiliki magis yang kental. Kujang sangat merekat erat pada kehidupan masyarakat etnis Sunda pada zaman dahulu kala. Dengan perkembangan yang cukup pesat saat itu Kujang pun mengalami pergeseran fungsi yang cukup signifikan. Dari sebuah peralatan pertanian menjadi sebuah ikon simbolik seperti yang kita kenal dengan baik saat ini.

Belakangan ini gw melihat tugu kujang lebih terawat dibanding sebelumnya. Sudah jarang terlihat  anak jalanan yang tidur di bawah tugu ini dan rumput tumbuh pada sela sela ubin dari tugu kujang sudah tidak ada.
Terkait dengan tugu kujang juga ada tradisi rutin tahunan yang disebut dengan “Ngumbah Tugu Kujang”. Mungkin terdengar cukup asing bagi teman-teman yang berdomisili diluar kota Bogor, Ngumbah Tugu Kujang (Mencuci Tugu Kujang) dilakukan pada beberapa hari sebelum hari jadi kota Bogor. Nah lohh, gimana bersihin nya coba? Untuk dapat membersihkannya kita kudu make tali sling untuk memanjat tugu dan tidak lupa kuas dan cat aneka warna untuk mempercantik setiap beton yang berdimensi tiga, dipasang perisai lambang Kotamadya Bogor yang terdiri dari Burung Garuda, Istana Kepresidenan, Gunung Salak, dan senjata Kujang. Salah satu pengabdian dan bentuk nyata sikap kita mencintai tanah kelahiran.             
 
Hmm cukup segini dulu gw rasa sedikit serita gw sore hari ini, dimana waktu telah menunjukan pukul  17.00, pertanda matahari akan turun ke ufuk barat, matahari senja yang indah di sore hari ini. Sebelum menutup tulisan gw, setau gw dulu di bawah Tugu Kujang, ada sebuah plaza bertuliskan “Dinu kiwari ngancik nu bihari seuja ayeuna sampeureun juga” yang berarti “ Apa yang dilakukan hari ini dan esok harus lebih baik dari hari-hari sebelumnya”. Tapi terakhir gw kesana koq gw gak nemu tulisan tersebut ya.  Hargai orang lain ,diri sendiri, dan sedikit lihat segala hal dari aspek positif, agar kualitas hidup kita dapat meningkat terus menerus. Nahh, apakah hari kalian menyenangkan? Jika kita semua dapat mensyukuri keberadaan kecil itu, kita dapat rasakan kebahagiaan.  Oke, tampaknya menu pesanan gw di salah satu tempat  bersantap sore telah datang, saatnya untuk dinikmati, Selamat sore semua.




0 komentar: