Lahir
dan Besar di Bogor membuat gw cukup mengenal salah satu landmark yang menjadi
ikon kota Bogor ini. Bila teman-teman
mengunjungi kota Bogor, tugu yang tak jauh dari gerbang tol ini memiliki arti
yang sangat penting bagi masyarakat Jawa Barat, kalau kita mengunjungi ibukota,
Jakarta ada patung selamat datang, nah kota Bogor memiliki “Tugu Kujang”.
Berbicara
mengenai latar belakang Tugu Kujang ini , tugu setinggi kira-kira 25 M ini dibangun pada 4 Mei 1982
telah menjadi sebuah eksistensi bagi kota Bogor dalam daya tarik pariwisata
kota ini. Sampai sekarang, Tugu ini adalah salah satu landmark pertama yang
selalu gw kenalkan kepada teman-teman, kerabat, dan siapapun yang berkunjung ke
kota Bogor. Pertama karena lokasinya yang sangat strategis dari Jalan “yang
katanya” bebas hambatan untuk masuk ke Bogor dan yang kedua karen, adanya makna
yang tersirat dan nilai nilai yang ada dari tugu kujang tersebut. Respons yang pernah gw denger dari salah satu kerabat
gw yang jauh-jauh berkunjung ke Bogor saat itu adalah “Oh, ini ya yang namanya
Tugu Bogor.” atau ada lagi yang dari luar pulau “wah yang diatas tugu nya keren
ya dit, itu apaan namanya ya?” hahaha
Oke,
Kujang sendiri adalah nama salah satu senjata tradisional etnis Sunda sejak
zaman Kerajaan Padjajaran dulu kala dan dipercaya memiliki magis yang kental.
Kujang sangat merekat erat pada kehidupan masyarakat etnis Sunda pada zaman
dahulu kala. Dengan perkembangan yang cukup pesat saat itu Kujang pun mengalami
pergeseran fungsi yang cukup signifikan. Dari sebuah peralatan pertanian
menjadi sebuah ikon simbolik seperti yang kita kenal dengan baik saat ini.
Belakangan
ini gw melihat tugu kujang lebih terawat dibanding sebelumnya. Sudah jarang
terlihat anak jalanan yang tidur di
bawah tugu ini dan rumput tumbuh pada sela sela ubin dari tugu kujang sudah
tidak ada.
Terkait
dengan tugu kujang juga ada tradisi rutin tahunan yang disebut dengan “Ngumbah
Tugu Kujang”. Mungkin terdengar cukup asing bagi teman-teman yang berdomisili
diluar kota Bogor, Ngumbah Tugu Kujang (Mencuci Tugu Kujang) dilakukan pada
beberapa hari sebelum hari jadi kota Bogor. Nah lohh, gimana bersihin nya coba?
Untuk dapat membersihkannya kita kudu make tali sling untuk memanjat tugu dan
tidak lupa kuas dan cat aneka warna untuk mempercantik setiap
beton yang berdimensi tiga, dipasang perisai lambang Kotamadya Bogor yang
terdiri dari Burung Garuda, Istana Kepresidenan, Gunung Salak, dan senjata
Kujang. Salah satu pengabdian dan bentuk nyata sikap kita mencintai tanah
kelahiran.
Hmm cukup segini dulu gw rasa sedikit serita gw sore hari
ini, dimana waktu telah menunjukan pukul
17.00, pertanda matahari akan turun ke ufuk barat, matahari senja yang
indah di sore hari ini. Sebelum menutup tulisan gw, setau gw dulu di bawah Tugu
Kujang, ada sebuah plaza bertuliskan “Dinu kiwari ngancik nu bihari seuja
ayeuna sampeureun juga” yang berarti “ Apa yang dilakukan hari ini dan esok
harus lebih baik dari hari-hari sebelumnya”. Tapi terakhir gw kesana koq gw gak
nemu tulisan tersebut ya. Hargai orang
lain ,diri sendiri, dan sedikit lihat segala hal dari aspek positif, agar
kualitas hidup kita dapat meningkat terus menerus. Nahh, apakah hari kalian
menyenangkan? Jika kita semua dapat mensyukuri keberadaan kecil itu, kita dapat
rasakan kebahagiaan. Oke, tampaknya menu
pesanan gw di salah satu tempat
bersantap sore telah datang, saatnya untuk dinikmati, Selamat sore
semua.





0 komentar:
Posting Komentar