Our Blog
The outline of what we do in this site
Selasa, 28 Juli 2015
Pilkada DKI 2017 dan Kucing dalam Karung
Selasa, 22 Juli 2014
Niat Baik dalam Politik
Gw masih ingat, bahwa pada saat itu Gerindra sebenarnya sudah hampir mendukung Foke secara resmi sebagai cagub. Tetapi sebagian kalangan di internal Gerindra terutama kader muda Gerindra berupaya mendorong Pak Prabowo untuk mencari sosok alternatif. Aspirasi tersebut pun coba disampaikan secara langsung mau pun melalui mention kepada beliau di twitter.
Ternyata kemudian Pak Prabowo menanggapi. Beliau mulai mencari sosok alternatif yang dianggap bisa lebih baik daripada Foke, dan beliau menemukan Jokowi. Karena Jokowi kader PDI Perjuangan, Pak Prabowo kemudia menemui Megawati sebagai Ketum PDIP. Ternyata saat itu PDIP kabarnya sudah akan mengusung Foke dan bahkan sudah mengusulkan nama cawagub.
"Jokowi gak ada uangnya, mau maju pake apa?" tapi Pak Prabowo menjawab, "Kalau soal uang, kita bisa cari sama-sama."
Kemudian dicarilah sosok cawagub yang akan mendampingi Jokowi. Ketemulah Ahok yang saat itu merupakan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar. Seperti yang kemudian kita ketahui bersma, Jokowi-Ahok kemudian maju dalam Pilkada DKI dan memenangkannya.
Apakah Pak Prabowo sekedar mencari bersama dana kampanye yang diperlukan? Ternyata beliau dan Pak Hashim adiknya juga ikut banyak membiayai.
Dan kini, dalam pilpres 2014, Jokowi ternyata justru ikut maju sebagai capres melawan Pak Prabowo yang dulu ikut membesarkannya. Lalu Ahok? Dia memang mengatakan bahwa ia mendukung Pak Prabowo, tetapi apakah ia benar sepenuhnya berupaya memenangkan Pak Prabowo? Silahkan nilai sendiri.
Ketika sebagian kader muda Gerindra kemudian menyesali dulu mengusung dan mendukung Jokowi-Ahok, jawabannya, "Niat baik tidak boleh disesali."
Iya, kami tidak boleh menyesali niat baik tersebut, meski di depan mata kami Pak Prabowo dan pendukungnya dibully di social media sepanjang pilpres.
Jakarta, 22 Juli 2014
Adityo Anugrah Perdana
Minggu, 13 Juli 2014
#SuratUntukPrabowo
#SuratUntukPrabowo adalah hashtag yang sejak kemarin menarik perhatian gw. Awalnya gw pikir cuma hashtag yang dibuat untuk tweet-tweet pendek yang ditujukan kepada Pak Prabowo, tapi ternyata, yang ada di twitter itu cuma kutipan-kutipan singkat dari surat-surat sebenarnya dengan versi yang lebih panjang yang ditampilkan di tumblr. Ok, boleh lah, pendukung capres nomor 2 memang niat ternyata memainkan hashtag tersebut.
- Setau gw niy, kita semua sama-sama lagi menunggu pengumuman resmi dari KPU mengenai hasil pilpres kali ini, dan hal itu akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juli. Tinggal 8 hari lagi koq, masa iya gak bisa sabar nungguin.
- Dalam surat-surat yang gw baca, dikesankan bahwa Pak Prabowo adalah sosok kandidat capres yang akan tidak siap untuk menerima kekalahan, padahal sudah jauh-jauh hari bahkan sejak tanggal 3 Juni 2014 saat pengambilan nomor urut peserta pilpres, Pak Prabowo sudah menyatakan bahwa beliau akan siap menerima kekalahan. Justru sebaliknya, gw belum pernah mendengar atau membaca berita yang berisi pernyataan bahwa Pak Jokowi siap kalah. Silahkan kasih ke gw link beritanya kalau ternyata Pak Jokowi pernah menyatakan bahwa dirinya siap kalah dalam pilpres kali ini
- Kebetulan ada moment ini, gw juga mau sekalian nanya juga ke Pak Jokowi, kenapa beliau belum juga mundur sebagai Gubernur DKI Jakarta kalau memang beliau sudah yakin bawah beliau adalah pemenang pilpres kali ini. Mungkin Pak Jokowi gak mau jawab pertanyaan gw ini, karena gw bukanlah siapa-siapa, tapi mungkin ada dari pada pendukungnya yang mau mencoba menjelaskan hal tersebut.
Senin, 09 Juni 2014
Mari Menilai Calon Presiden Kita
Selamat sore sahabat, pada hari ini tanggal 9 Juni 2014, akan diadakan debat Calon Presiden untuk yang pertama kalinya antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo dengan tema Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih dan Penegakan Hukum.
Bagi saya dan teman-teman yang merupakan kader partai politik, mungkin debat kandidat tidak banyak mempengaruhi preferensi capres. Tapi bagi mayoritas teman-teman yang bukan kader parpol, ajang debat kandidat merupakan sarana untuk menilai kemampuan dan kemana arah pemerintahan dari masing-masing capres.
Perlu diingat bahwa Presiden Indonesia menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni sebagai kepala negara dan sebagai kepala pemerintahan. Sebagai kepala negara, Presiden harus mampu menjadi simbol negara yang layak dibanggakan untuk ke dalam dan ke luar negeri. Sebagai kepala pemerintahan, Presiden harus memiliki arah yang pemerintahan yang jelas dan kemampuan untuk memimpin birokrasi dan aparat-aparat pemerintahan yang ada.
Melalui debat kandidat, apalagi debat kandidat ini disiarkan secara langsung oleh tiga stasiun televisi, kita semua akan dapat melihat kedua capres bagi dari sisi pemikiran, visi, misi, bahkan gerak dan bahasa tubuhnya. Indikator-indikator yang setidaknya mampu mamberikan kita gambaran mengenai kemampuan masing-masing capres apabila nantinya mendapat kepercayaan untuk memimpin Indonesia.
Seperti yang diatas gw sampaikan, gw sangat sadar bagi kader parpol kemungkinan menggeser pilihan sepertinya sangat kecil, tapi melalui tulisan ini, gw mengajak teman-teman yang bukan kader parpol dan justru merupakan mayoritas, untuk menilai secara objektif performa masing-masing capres dalam debat kandidat sebagai acuan untuk memilih pada tanggal 9 Juli 2014 nanti. Lupakan kampanye-kampanye hitam yang banyak bertebaran selama ini, mari kita lihat dan nilai secara objektif.
Jakarta, 9 Juni 2014
Adityo Anugrah Perdana
Jumat, 10 Januari 2014
Menjaga Dukungan
89 hari menuju Pemilu Legislatif 2014
